Timenusantara.Top – Deli Serdang, kasus dugaan pungli Yayasan Hajjah Kasih Indonesia Jaya Krama Bringin yang dilakukan oleh Misnah, sebenarnya sederhana ketika Komitmen Indra Silaban memanggil Misnah (Kepsek) di Komisi II Fraksi PDIP.
Berdasarkan hasil pertemuan pada 21/2025 di DPRD Kabupaten Deli Serdang, Komisi II Fraksi PDIP, di ruang kerja Indra Silaban. Pertemuan pada waktu itu DPP Forum Masyarakat Indonesia (DPP – FMI), dan Media TV Tim dengan fasilitas cukup. Kemudian Indra Silaban berkata kepada DPP FMI dan Media Tim pertegas akan memanggil Kepsek tersebut yang diduga melakukan pungli PIP siswa.
Kemudian DPP Forum Masyarakat Indonesia dan Media Tim datang kembali di Komisi II Fraksi PDIP, Kabupaten Deli Serdang namun Indra Silaban tidak ada di temukan di ruang kerja nya.
” Bapak sedang tidak ada di tempat dan sedang melakukan rapat, DPP Forum Masyarakat Indonesia (DPP – FMI) Media Tim menunggu Indra Silaban sekira 30 menit, Sri selaku Sekretaris DPP – FMI meninggal pesan kepada staf di ruang kerja Indra Silaban. Sri meninggalkan kontak telfon (WhatsApp) kepada staf nya tesebut, selanjutnya di tambah oleh staf Indra Silaban tinggalkan saja kontak telfon (WhatsApp) nya, nanti setelah Bapak kembali akan segara dihubungi.
DPP – FMI dan Media Tim kecewa tidak adanya Indra Silaban diruang kerjanya, selanjutnya DPP FMI dan Media Tim bergegas meninggalkan ruang kerja Indra Silaban penuh kecewa.
Adanya terbit pemberitaan pada 14/6/2025 Tim sudah mengkonfirmasi Ketua DPP Djarot Saifullah Partai Politik PDIP, Bapak Jumanter selaku Ketua Fraksi PDIP di Kabupaten Deli Serdang namun tidak ada berikan informasi atau klarifikasi.
Sesuai sosial kontrol, informasi dan aduan masyarakat Deli Serdang, sesuai UU KIP, UU No 40 Tahun 1999. DPP – FMI dan Media Tim menuntut Komitmen Indra Silaban, yang mana Indra Silaban berkomitmen sekali lagi pertegas akan menjadi Jembatan untuk rekan – rekan terkait dugaan pungli Misnah (Kepsek) Yayasan Hajjah Kasih Indonesia Jaya Krama Bringin.
” Indra Silaban akan memanggil Misnah di tengah – tengah rekan – rekan agar kasus tersebut segera terselesaikan, namun faktanya Komitmen Indra Silaban tidak sesuai sehingga adanya terbitnya pemberitaan ini, menguatkan bahwa diduga Indra Silaban diduga Backup Kepala Sekolah Jaya Krama Bringin, bukan main dugaan pungli Misnah terhadap PIP siswa dilengkapi kwitansi pembayaran yang diduga melakukan Penyalahgunaan wewenang Jabatan” penuh tanda tanya.
Berdasarkan hasil investigasi DPP – FMI dan Media Tim di Gedung Uncle Sam Jalan P. Diponegoro Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Senin 12 Mei 2025 pukul 12.16 wib DPP FMI dan Media Tim melihat, mendokumentasikan vidio berdurasi 1.03 menit para siswa melakukan pelepasan (wisuda) didalam Gedung Uncle Sam, bernuansa hening, bernuansa mematikan lampu, masing-masing para siswa di dalam Gedung masing-masing menggunakan android, memancarkan lampu android masing-masing, di iringi lagu ( Sampai Jumpa).
Kegiatan para siswa tersebut yang melakukan bernuansa mematikan lampu diduga di dukung oleh Yayasan Hajjah Kasih Indonesia SMK/SMA Swasta Jaya Krama Bringin, yang mana siswa pendidikan Yayasan Hajjah Kasih Indonesia diduga tidak menggunakan nuansa lagu lagu Pendidik, bahkan masih ada didapati lagu lagu yang sesuai untuk para siswa, namun hal tersebut diduga tidak dilakukan oleh Yayasan Hajjah Kasih Indonesia Jaya Krama Bringin.
Yayasan Hajjah Kasih Indonesia SMK/SMA Swasta Jaya Krama Bringin, diduga mencoreng Dunia Pendidikan Indonesia, di lokasi yang sama di Gedung Uncle Sam DPP FMI dan Media Tim melihat Misnah (Kepsek) diduga tergesa-gesa meninggal lokasi sesi tersebut.
DPP – FMI dan Media Tim menemukan Misnah di Gedung Uncle Sam di ruang yang berbeda, menghampiri Misnah (kepsek) meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukan sesi wawancara. Dan, Misnah memberikan respon positif ” untuk itu saya tidak mengetahui sebab saya tadi meninggalkan Ruang tersebut, dan yang dikatakan oleh Misnah memang benar. Akan tetapi berlangsungnya proses adanya mematikan lampu tersebut Misnah tidak ada melakukan pencegahan, ketika Tim memberikan informasi yang di maksud”. Pungkasnya.
Ada dugaan Misnah (Kepsek) diduga seakan akan tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Para Guru Pendidik Yayasan Hajjah Kasih Indonesia, umumnya tentunya sudah terkonsep terlebih dahulu ketika melakukan sebuah acara, di tambah lagi acara tersebut dilakukan di luar lingkungan Sekolah.
Acara tersebut dilakukan di Gedung Uncle Sam didugaan memakan anggaran Ratusan Juta Rupiah. Bahwa ada dugaan menguntungkan beberapa pihak terkait, dugaan menguntungkan pihak Yayasan Hajjah Kasih Indonesia Jaya Krama Bringin, dugaan menguntungkan para pemangku kepentingan sekolah, dugaan menguntungkan pemangku kepentingan di luar sekolah, atau diduga menguntungkan Instasi terkait dan diduga salah satunya menguntungkan bagi Indra Silaban.
Jika dugaan tesebut tidak benar maka Indra Silaban dengan Komitmen yang langsung dikatakan dihadapan Tim sudah dilakukan nya, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Indra Silaban.
Seolah – olah dan diduga bahwa Indra Silaban mengaburkan kasus dugaan pungli dan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS).
DPP FMI dan Tim Media akan mengawal dugaan pungli Kepsek Jaya Krama Bringin, dan ada terindikasi dan diduga keterlibatan Indra Silaban Backup Kepsek Yayasan Hajjah Kasih Indonesia SMK/SMA Swasta Jaya Krama Bringin, bersambung….
Red/Tim















