Timenusantar.Top Tanah Karo – Praktik perjudian di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, semakin meresahkan masyarakat dan dugaan ada dibekingi oleh oknum Subdenpom. Aktifitas praktik perjudian 303 tersebut terindikasi berdampak negatif di lingkungan sosial, terutama terhadap pelajar.
Telah menjadi Fakta menakutkan yang kini terjadi di lingkungan sosial diketahui, bahwa ada terdapat sebuah lokasi perjudian. Jaraknya berkisar 50 meter atau sangat dekat sekali dengan lingkungan sekolah swasta di Kecamatan Merek. Yang terindikasi dan diduga milik oknum POM TNI AD berinisial “PS” diduga nyaris tidak tersentuh oleh hukum.
Selanjutnya awak media sudah melakukan dan melaporkan kepada Dansubdenpom Kapten CPM Susanto Juliandi melalui pesan singkat WhatsApp, sekaligus mengkonfirmasi atas dugaan keterlibatan salah satu anggota nya berisial “PS” dugaan terlibat dalam bisnis haram tersebut.
Namun ironisnya sudah dilakukan konfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis malam, 26 Juni 2025 yang mana WhatsApp ataupun pesan singkat yang terkirim menunjukkan tanda centang dua, hingga berita ini terbit di Pemberitaan Dansubdempom Kapten CPM Susanto Juliandi tak memberi respon apapun.
Sebelumnya dalam pemberitaan, seorang oknum diduga anggota TNI yang bertugas di satuan Sub Denpom 1/2-1 Kabanjahe berinisial “PS”, disebut Sukes menjalankan bisnis 303 di Tanah Karo. Dugaan salah satu faktornya adalah di latarbelakangi dan diduga berlindung di balik seragam TNI, dan informasi dihimpun dugaan sampai kini kepolisian setempat tidak berani melakukan tindakan tegas.
Pantauan awak media, pada Kamis 26 Juni 2025. terlihat mesin judi tembak ikan atau shooting fish semacam game adu ketangkasan diduga milik inisial “PS” dan tetap beroperasi di sebuah ruko yang berada di samping Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapim, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.
” Inisial PS oknum diduga anggota TNI itu disebut oleh masyarakat setempat bahwa sudah lama dan tetap eksis menjalankan bisnis haram tersebut tanpa takut ganguan dari aparat penegak hukum Polres Tanah Karo” pungkasnya.
Jika dilihat langsung, arena judi diduga milik oknum anggota TNI inisial P.Soerbakti arena atau lokasi tersebut selalu ramai, dan padat pengungjung. Para pemain judi seperti merasakan aman, nyaman tanpa memiliki rasa takut ataupun was-was dari Rajia petugas ataupun pemerintah daerah setempat, seperti kecamatan dan desa.
Menurut warga sekitar Kecamatan merek, menyebutkan, dugaan tidak ada satupun pihak aparat penegak hukum yang berani menutup atau pun melakukan rajia dilokasi itu.
Hal itu diduga karenakan sang bandar atau bos pemilik permainan diduga adalah seorang anggota polisi militer yang di sebut warga berinisial Soerbakti.
Red/Tim















