Timenusantara.top Deliserdang – Isu mengenai praktik perjudian jenis Toto Gelap atau togel kembali mencuat di Provinsi Sumatera Utara dan menjadi perbincangan serius di tengah masyarakat. Aktivitas yang secara jelas dilarang oleh hukum tersebut disebut masih terus berlangsung di sejumlah wilayah dengan pola yang semakin terorganisir dan melibatkan jaringan yang cukup luas dalam mengendalikan jalannya permainan serta perputaran uang dari aktivitas perjudian ilegal tersebut.
Kondisi ini semakin menimbulkan kegelisahan masyarakat karena praktik perjudian tersebut disebut tetap berjalan bahkan di tengah suasana Bulan Suci Ramadhan. Pada saat masyarakat berusaha menjaga suasana spiritual dan memperkuat nilai moral melalui ibadah puasa, aktivitas perjudian yang merusak tatanan sosial justru dikabarkan masih bergerak tanpa hambatan berarti di beberapa wilayah.
Salah satu wilayah yang kini menjadi sorotan masyarakat adalah Kecamatan STM Hulu yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas perjudian togel di kawasan tersebut disebut masih berjalan secara rutin dengan pola yang cukup terorganisir dan melibatkan jaringan yang bergerak secara sistematis.
Dalam berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat, nama seorang pria bernama Daulat Barus kerap disebut sebagai sosok yang diduga memiliki peran dalam mengendalikan aktivitas perjudian tersebut. Pria yang disebut berasal dari wilayah Tanjung Morawa itu disebut-sebut memiliki jaringan yang cukup luas dalam menjalankan aktivitas perjudian togel di kawasan tersebut.
Selain nama tersebut, masyarakat juga sering menyebut sosok lain yang dikenal dengan nama Aseng Kayu atau AK. Sosok ini disebut-sebut sebagai bandar besar yang diduga berada di balik perputaran bisnis perjudian togel yang terjadi di wilayah STM Hulu dan disebut memiliki pengaruh kuat dalam mengendalikan aliran permainan serta setoran dari para pengecer.
Dengan jaringan yang disebut telah terbentuk cukup rapi, praktik perjudian tersebut diduga berjalan secara sistematis. Para pengecer disebut bergerak hampir setiap hari di berbagai desa untuk mengumpulkan pasangan angka dari masyarakat yang ikut memasang taruhan dalam permainan togel tersebut.
Setelah pasangan angka terkumpul, setoran dari para pengecer kemudian disebut mengalir kepada pihak yang berada di tingkat lebih tinggi dalam jaringan perjudian tersebut hingga akhirnya sampai kepada bandar utama yang mengendalikan jalannya bisnis tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LSM Front Masyarakat Independen (FMI), Ikhsan, menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan praktik perjudian yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa persoalan perjudian tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil karena dampaknya dapat merusak kehidupan sosial masyarakat.
Ikhsan menegaskan bahwa jika dugaan jaringan perjudian tersebut benar adanya, maka aparat penegak hukum harus berani mengambil langkah tegas untuk menelusuri dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum serta memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
(Rezanasti)















