Timenusantara.top.Melawi, Kalbar — Aktivitas mencurigakan kembali terpantau di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, pada 18 November 2025 sekitar pukul 11.26 WIB. Sebuah mobil pick up terlihat melakukan pengisian BBM sambil membawa muatan tertutup terpal, yang diduga tidak sesuai peruntukan.
Dalam foto yang diterima redaksi, kendaraan jenis pick up warna gelap itu berhenti di dekat dispenser pengisian. Bagian bak belakang yang tertutup terpal hijau mencuri perhatian, mengindikasikan potensi pengangkutan BBM dalam jumlah besar atau untuk tujuan yang tidak semestinya.
Praktik pengisian menggunakan kendaraan bak terbuka bertutup terpal seperti ini kerap dikaitkan dengan penimbunan BBM atau suplai untuk kegiatan ilegal, karena berpotensi membawa jeriken atau drum di bagian bak kendaraan.
Dikhawatirkan Tidak Sesuai Ketentuan Pengisian BBM
Sesuai aturan Pertamina, SPBU dilarang melayani pengisian dalam bentuk:
Jeriken atau drum tanpa izin resmi,
Kendaraan yang dimodifikasi untuk menampung BBM,
Kendaraan yang dicurigai untuk penimbunan atau distribusi ilegal.
Pengisian BBM bersubsidi maupun nonsubsidi menggunakan bak terbuka tanpa pemeriksaan yang jelas dapat menimbulkan penyalahgunaan, terutama di wilayah yang rawan aktivitas PETI atau distribusi BBM ilegal.
Warga Minta Aparat Tindak Tegas
Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut menyayangkan lemahnya pengawasan. Mereka berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Melawi dan Pertamina Regional Kalbar, melakukan pengecekan terhadap aktivitas semacam ini.
> “Kalau dibiarkan, nanti jadi kebiasaan. SPBU harus tegas, jangan sampai ada permainan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lokasi Terekam Jelas
Foto juga menunjukkan informasi lokasi, arah kompas, serta koordinat yang memperkuat bukti bahwa peristiwa tersebut benar terjadi di kawasan SPBU Sukiman, Nanga Pinoh. Ketinggian lokasi tercatat 89,4 mdpl dengan index gambar nomor 123.
Menunggu Tindakan dari Pihak Berwenang
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina. Publik menunggu langkah cepat dan tegas agar praktik pengisian mencurigakan seperti ini tidakr lagi terulang.















