Balai Karangan – Pemandangan yang tak elok terlihat jelas dan terang terangan dipagi hari yang cerah SPBU penuh dengan Jirigen yang mengantri Pertalite, sehingga kendaraan umum tidak bisa mendapatkan pertalite.
31 Januari 2026, menjadi catatan kelam peredaran BBM bersubsidi di nikmati sekelompok orang saja, dan sangat sukar didapatkan oleh pengguna diluar pengantri.
Hal ini sangat merugikan negara dimana membengkaknya subsidi, ternyata subsidi dimanipulasi oleh pihak SPBU dan para pemain BBM bersubsidi.
AKPERSI Kalbar menyoroti tajam akan kejadian yang sangat merugikan masyarakat dan merugikan negara, PT. Pertamina Wajib Memutus Kerja Sama dengan SPBU Milik Kris yang berada di Balai Karangan.
Berdasarkan sumber yang AKPERSI himpun bahwa beberapa bulan yang lalu SPBU tersebut pernah di Blokir Pertamina, dan beberapa kali tertangkap media saat mengisi BBM Solar Bersubsidi di tengah malam.
Hari ini kita dengan jelas memandang, ratusan jirigen yang berderet disamping nozele, untuk mengisi Pertalite sehingga mobil umum terpaksa mengisi Pertamax, tutupnya















