Timenusantara.top.Pontianak,27 Februari 2026 – Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menerima penyerahan hasil orasi dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan masyarakat adat Dayak Kalimantan Barat, yang menuntut pemulihan salam budaya Dayak yang dihilangkan dari gerbang masuk Otonomi Khusus Ibu Kota Negara (OIKN) Kalimantan Timur.Salam budaya tersebut, “
Salam dayak Adil ka Talino Bacuramin Ka Saruga Basengat Ka jubata”, dianggap sebagai simbol identitas dan kearifan lokal yang harus dihormati.
Sekjen MADN, Drs. Yakubus Kumis, menegaskan bahwa penghilangan salam budaya tersebut merupakan tindakan yang tidak menghargai kontribusi masyarakat Dayak dalam pembangunan nasional.
“Kami adalah putra-putri terbaik Indonesia, namun pihak luar Kalimantan justru yang tampak mendominasi. Ini tidak menunjukkan keadilan sama sekali,” ujarnya.
MADN juga menyoroti kurangnya peran masyarakat Dayak dalam pemerintahan dan pembangunan OIKN, yang dianggap sebagai ketidakadilan bagi masyarakat adat yang memiliki kapasitas dan dedikasi tinggi. “Jika tidak terselesaikan, kami dari ormas-ormas se-Kalimantan akan datang menduduki OIKN yang ada di Kalimantan Timur,” tegas Drs. Yakubus Kumis.
MADN berjanji untuk melaporkan permasalahan ini ke Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan harapan agar isu ini dapat diselesaikan secara tuntas dan adil.